Cara Menghemat BBM Mobil
JAKARTA – Konsumsi bahan bakar mobil dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi kendaraan hingga gaya mengemudi. Karena itu, mobil yang terasa lebih boros tidak selalu berarti mengalami kerusakan besar.
Langkah pertama yang bisa dilakukan pemilik adalah memeriksa tekanan ban. Tekanan harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada label kendaraan atau buku manual.
Ban yang kurang tekanan dapat meningkatkan hambatan saat mobil melaju. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan pergerakan kendaraan.
Selain ban, kondisi mesin juga perlu diperhatikan. Filter udara yang kotor, misalnya, dapat mengganggu aliran udara yang dibutuhkan mesin dalam proses pembakaran.
Servis berkala membantu pemilik kendaraan mengetahui kondisi berbagai komponen sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar. Penggantian oli dan pemeriksaan sistem pembakaran sebaiknya mengikuti jadwal yang ditentukan pabrikan.
Kebiasaan mengemudi juga berpengaruh. Akselerasi mendadak dan pengereman keras yang dilakukan berulang kali dapat membuat konsumsi energi kendaraan menjadi kurang efisien.
Pemilik mobil juga sebaiknya tidak membawa barang berat yang tidak diperlukan. Semakin besar beban yang dibawa, semakin besar pula energi yang diperlukan untuk menghasilkan pergerakan kendaraan.
Penggunaan AC perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Pada saat parkir, mesin sebaiknya tidak dibiarkan menyala terlalu lama hanya untuk mempertahankan suhu kabin.
Kemacetan menjadi tantangan lain. Dalam kondisi stop-and-go, kendaraan berkali-kali melakukan akselerasi dari kondisi diam sehingga konsumsi bahan bakar dapat meningkat.
Dengan memperhatikan kondisi ban, mesin, beban kendaraan dan gaya berkendara, pemilik mobil dapat membantu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM tanpa harus melakukan modifikasi besar.