22 Januari 2026

Tanggapan Yusril Soal Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan: Kita Hormati Proses dan Keputusan Presiden

Jakarta – Menteri Koordinator Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan rasa hormatnya terhadap berbagai pendapat masyarakat mengenai perdebatan terkait pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua, Soeharto.

Dia menekankan bahwa keputusan akhir terkait penganugerahan gelar pahlawan berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. “Kami menghormati berbagai sudut pandang yang muncul dalam masyarakat, terutama di kalangan akademisi, terkait usulan pemberian gelar pahlawan kepada Mantan Presiden Soeharto,” ungkapnya di Kantor PPATK pada Selasa (4/11). “Akhirnya, keputusan tersebut ada pada Presiden, sehingga kami menghargai semua opini yang beredar,” tandasnya.

Yusril tidak menerima informasi pasti mengenai apakah Presiden Prabowo akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Dia hanya menyampaikan bahwa pengumuman mengenai penganugerahan gelar pahlawan nasional mungkin akan dilaksanakan pada saat peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2025.
“Saya belum memperoleh informasi yang jelas apakah usulan tersebut akan diterima oleh Presiden. Saya juga tidak mengetahui secara internal apakah Menteri Sosial telah mengajukan hal ini kepada Presiden atau belum,” jelasnya.
Ketika ditanya tentang pandangannya pribadi terkait pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, Yusril enggan memberikan komentar lebih lanjut.

“Sebagai pejabat pemerintah, saya tidak dapat memberikan dukungan atau penolakan, karena hal tersebut tidak berkaitan dengan tugas dan wewenang saya sebagai Menteri Koordinator di Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan,” tuturnya.

Usulan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto diajukan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dia berpendapat bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan Soeharto sebagai calon penerima gelar pahlawan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat mengunjungi keluarga Soeharto di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Sabtu (28/9). “Beliau telah berupaya sebaik mungkin dalam melaksanakan tugasnya sebagai presiden dan memberikan kontribusi besar dalam mengantarkan bangsa Indonesia dari status negara miskin menuju negara berkembang,” jelasnya.
Saat ini, Soeharto juga terdaftar dalam 40 tokoh yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *